peta indonesia

peta indonesia

Kamis, 17 Desember 2009

TANAH AIR KU YANG LAGI SEDIH

Tetesan air mata anak bangsa menetes demi setetes mengucur dari mata anak bangsa,serasa anak bangsa menikmati kemerdekaan yang tlah lahir sejak 17 agustus 1945 tlah hilang dari dada mereka,64 tahun tlah merdeka tapi anak bangsa maih menetes kan air mata ke tanah ibu pertiwi.kejadian demi kejadian,carut marut nya para pejabat yang saling hantam sini hantam sana,menjadi rublik tersendiri,para bangsa yang di pedalaman ga terpikirkan sama sekali,rebutan kekuasan menjadi denyut nadi mereka,sedang kan denyut nadi anak bangsa sampai keringat dah kering telapak kaki menjadi lecet tetap mereka jalani demi seuap untuk kehidupan nya.

di tambah lagi bencana mengintai mereka yang menjadi incaran kemurkaan para pembesar negeri ini entah apa yg dilakukan sehingga murka nya alam mengintai para penerus bangsa ini,ga ada yang di salahkan atas murka nya alam di negri yang tercinta ini kalau ga penghuni negri ini mengabaikan kesenjangan hidup dengan alam yang indah ini.

rakyat kecil berteriak demi rupiah untuk menghidupi kehidupan sehari hari,bukan di kota teriak tapi untuk mencari sesnsai nya sendiri demi kekuasaan,rakyat kecil emang bodoh dalam ikut campur dalam urusan ngri ini tapi mereka jg punya perasaan dan bagian dari negri ini.....!!!!mereka berhak untuk teriak lantang menyerukan aspirasi sebagai anak bangsa dan penjaga negri ini.bukan susah kepala peyang dalm menghadapi kehidupan ini di coret kan dalam bentuk coretan dinding para bangsa itu sendiri yang tak berarti coretan di tinta yang harga melebihi dari kehidupan mereka.

sampai kapan tanah air ini sedih dan selesai dari gontok2 kan dari para pembesar negri ini,rakyat juga ingin terseyum melihat demokrasi ini PUTIH tanpa debu dan tanpa goresan tinta emas..

harapan kami hanya satu damai saling berfikir mutalk untuk rakyat,penjajah datang nya masih jauh bukan nya penjajah atas rakyat sendiri..

just giiding just forlak damai lah para bangsawan ku yang arif dan bijak sana

0 komentar:

di obrak-abrik by : YaYowae @ProDUcTiOn Di StUdiO wOnG GeraH